Ketua DPD PAN Kota BandungRasyid Rajasa, menyoroti sistem PPDB yang tiap tahun selalu menyisakan masalah.

Dalam lawatannya ke Kelurahan Dunguscariang Kelurahan Andir Kota Bandung, dia mengatakan, berdasar Permendikbud tentang PPDB Zonasi, meniscayakan tak ada sekolah yang dinilai atau dianggap sekolah favorit.

Sehingga, kata dia, bukan hanya anak pintar saja yang bisa masuk ke sekolah negeri, melainkan siswa lain juga bisa menimba ilmu di sekolah negeri.

“Sebenarnya idenya itu sudah bagus. Tapi, eksekusi di lapangan terjadi kendala, semisal wilayah perbatasan yang tak ada sekolahnya yang mesti menjadi perhatian agar bisa menampung calon siswa,” katanya, Rabu (2/8/2023).

Rasyid Rajasa menambahkan, pemerintah harusnya dapat berfokus dan terjun ke lapangan menyelesaikan persoalan pendidikan ini, khususnya pada sistem zonasi dengan cara meningkatkan kapasitas sekolah yang ada.

“Jika melihat dari segi mutu dan kualitas sekolah di setiap daerah, tidak bisa dielak kalau sarana dan prasarana, serta kualitas tenaga pendidik yang ada masih belum merata. Jadi, ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Caleg DPR RI Dapil Kota Bandung-Cimahi itu menegaskan, pihaknya akan fokus untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan dan bersama-sama membenahi sistem yang kurang untuk ditingkatkan lebih baik.

“Saya akan fokus dan terjun langsung menyuarakan aspirasi warga, terkait sistem zonasi tersebut, baik yang belum ada sekolahnya di wilayah tertentu atau di kawasan perbatasan harus dibangun sekolahnya. Solusinya bukan mengawasi terkait kecurangan PPDB sistem zonasi, tetapi harus memastikan bahwa sekolah di setiap daerah tersedia sesuai kebutuhan di zona tersebut dan harus membuat program peningkatan kualitas pengajaran sekolah,” ujarnya.

Disisi lain, internal PAN selama ini banyak menyuarakan terkait pendidikan di mana salahsatunya yang menjadi masalah di tengah masyarakat mengenai pengambilan ijazah yang ditahan sekolah karena tak sanggup membayar.

“Nah, masalah ini juga menjadi perhatian saya pribadi, karena tak seharusnya ada siswa yang tak punya ijazah lantaran tak mempunyai uang untuk mengambil ijazah. Insya Allah saya akan bantu ke sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP,” katanya.

Pemberitaan di Tribun Jabar – 2 Agustus 2023