On This Day: Jatuhnya Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki – 78 Tahun sudah perang dunia ke II berakhir, dan berakhirnya perang dunia ke II ditandai oleh sebuah peristiwa yang sepanjang masa akan selalu diingat sebagai tragedi mengerikan yang pernah terjadi di dunia. Tragedi pengeboman di dua kota di jepang, Hiroshima dan Nagasaki menyisakan luka yang sangat mendalam bagi penduduk Jepang. Selain memakan korban jiwa yang sangat banyak, peristiwa ini juga memaksa Jepang untuk menyerah dari Amerika dan sekutunya pada perang dunia ke-2.

Dikutip dari situs History, pada tanggal 6 Agustus 1945, pesawat B-29 milik Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pertama di dunia, dari atas Kota Hiroshima, Jepang. Ledakan tersebut langsung menewaskan 140.000 orang dan puluhan ribu orang lainnya yang terpapar oleh radiasi. Tidak berhenti sampai disitu, Amerika kemudian menjatuhkan bom kedua, di atas Kota Nagasaki yang juga memakan korban sebanyak 80.000 orang. Bom yang jatuh diatas Kota Nagasaki diberi nama “Little Boy” sedangkan bom yang dijatuhkan di atas Kota Nagasaki diberi nama “Fat Man”.

Jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki memiliki dampak yang sangat signifikan dalam sejarah dunia. Serangan-serangan tersebut secara drastis mempercepat akhir Perang Dunia II. Namun, kontroversi muncul terkait etika penggunaan senjata ini. Banyak yang mengkritik tindakan AS karena mengakibatkan penderitaan besar pada warga sipil yang tidak bersalah. Selain itu, peristiwa ini juga mendorong dunia untuk mempertimbangkan konsekuensi mengerikan dari perang nuklir dan mendorong upaya untuk mengendalikan penyebaran senjata nuklir. Hal ini akhirnya melahirkan gerakan anti-nuklir dan memicu perundingan tentang non-proliferasi nuklir.

Jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah peristiwa yang mengguncangkan dunia dan meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah. Meskipun mempercepat akhir Perang Dunia II, dampak dan penderitaan yang diakibatkan oleh serangan tersebut mengingatkan kita akan kekuatan destruktif senjata nuklir dan pentingnya perdamaian global. Kejadian ini harus selalu diingat agar generasi masa depan dapat belajar dari kesalahan tragis di masa lalu.

 

BACA JUGA: Kunjungi Kota Cimahi, Kang Rasyid Dengarkan Aspirasi Buruh