Berkunjung ke Cimahi Selatan, Kang Rasyid Dengarkan Aspirasi Buruh – M. Rasyid Rajasa kembali bersafari menyapa warga Kota Bandung dan Cimahi. Menurut pantauan di lapangan, pada hari Minggu (23/7) terlihat kang Rasyid bersilaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Dalam kunjungannya kali ini kang Rasyid tidak sendiri, melainkan ditemani oleh Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai PAN Robin Sihombing yang ditempat yang sama juga sedang melakukan “reses”.

Dalam kunjungannya ke Kelurahan Utama, kang Rasyid juga menghimpun dan menyerap berbagai aspirasi warga. Bertemu kang Rasyid juga dijadikan kesempatan oleh para buruh untuk mengadukan nasibnya kepada kang Rasyid. Ahmad (48) seorang mantan karyawan PT. Matahari Sentosa Jaya, menyampaikan aspirasinya kepada kang Rasyid. Ahmad (48) meminta tolong kepada kang Rasyid untuk membantu memperjuangkan nasib mereka. Penyebabnya adalah karena masih banyaknya mantan karyawan yang belum mendapatkan haknya. 

PT. Matahari Sentosa Jaya sendiri merupakan sebuah perusahaan besar di Kota Cimahi yang bergerak dalam Industri Pakaian Jadi (Garmen). Namun perusahaan ini berhenti beroperasi pada tahun 2018. Akibatnya lebih dari 1500 karyawan terdampak penutupan perusahaan. Banyak mantan karyawan yang masih memperjuangkan haknya hingga kini.

Aspirasi juga disampaikan oleh Iis (38) warga Kel. Utama, Kecamatan Cimahi Selatan. Beliau mengeluhkan banyaknya industri di Kota Cimahi, namun serapan tenaga kerja dari masyarakat lokal rendah.

“Di cimahi banyak banget pabrik, tapi kalo kita ngelamar susah. Padahal pabrik itu ada di lingkungan kita.” Keluh Iis.

Kang Rasyid: Kebijakan Preventif PHK Perlu dan Mendesak

Menanggapi fenomena PHK dan penutupan pabrik yang terjadi, kang Rasyid menyebut kejadian ini tidak hanya terjadi di Kota Cimahi, melainkan juga terjadi di kawasan Industri lainnya di Indonesia. Maka dari itu, kang Rasyid menilai saat ini pencegahan akan PHK dinilai perlu dan mendesak. Kebijakan pencegahan (preventif) ini menurut kang Rasyid perlu menyasar aspek ketenagakerjaan dan kelangsungan industri.

“Fenomena PHK akibat isu resesi pasca pandemic memang terjadi, hampir merata di sentra industri di Indonesia. Dalam melihat ini, perlu melihat dua sisi, pertama dari sisi ketenagakerjaan dan kedua dari keberlangsungan industri.” ujar kang Rasyid.

Menurut kang Rasyid, program insentif bagi pekerja harus tetap digencarkan oleh pemerintah, hal ini diimbangi juga dengan memaksimalkan fungsi dari kartu prakerja. Sedangkan untuk industri, kang Rasyid menyebut perlunya program insentif lain dari pemerintah agar banyak pengusaha menjadi lebih semangat dan sektor industri tidak menjadi lesu.

“Insentif pencegahan bagi pengusaha bisa juga menyasar ongkos produksi. Bantuan pemerintah tidak selalu harus pengurangan pajak.” Ujar kang Rasyid

Terpantau di lapangan, kegiatan silaturahmi kang Rasyid bersama warga  ini dihadiri kurang lebih 500 warga, yang berasal dari beberapa RW di Kelurahan Utama, Kota Cimahi.

 

BACA JUGA: Serupa Tapi Tak Sama: Lotek VS Karedok