Tahun Baru Islam: Momentum Untuk Perbaiki Diri – Tahun baru selalu menjadi momen yang membahagiakan. Setiap tahunnya manusia tidak peduli Ras, Suku maupun Bangsanya sangat bersemangat untuk merayakan tahun baru. Pergantian tahun kerap kali dimaknai sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga momen untuk menggenggam harapan serta target yang baru. Perayaan tahun baru juga dirayakan oleh umat islam di seluruh dunia yakni Tahun Baru Islam atau Muharram. Bagi umat islam perayaan tahun baru memiliki makna yang sangat mendalam karena mengandung sejarah dan nilai-nilai spritual yang kuat. 

Tahun baru islam atau Muharram, didasarkan pada penanggalan kalender Hijriah/ kalender Islam. Adapun kalender Hijriah/Islam merupakan kalender yang dimulai ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinnah pada tahun 622 Masehi. Penggunaan kalender Hijriah/Islam ini dimulai pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab. Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi. Kalender Hijriah/Islam menggunakan bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender masehi yang menggunakan matahari sebagai acuan hitungnya. 

Perayaan tahun baru Islam/Hijriah bervariasi disetiap negara, tergantung budaya tradisi. Di Indonesia perayaan tahun baru islam dirayakan masyarakat dengan menggelar pawai obor. Mayoritas negara timur tengah merayakan tahun baru islam dengan sukacita. Adapun negara-negara islam dengan mayoritas syiah seperti iran dan irak, umat muslim merayakannya dengan masa berkabung. Hal ini dimaksudkan untuk meratapi peristiwa tragis kematian Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW yang terbunuh di pertempuran Karbala.

Terlepas dari nilai sejarahnya, perayaan tahun baru islam/hijriah sudah seharusnya dijadikan momentum bagi seluruh umat muslim, untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan kita sebagai umat islam.

 

BACA JUGA: Bertemu Kang Rasyid, Warga Cibangkong Sampaikan Aspirasi