Sejarah Panjang Kebun Binatang Kota Bandung – Kebun Binatang di Kota Bandung saat ini memang sudah mulai sepi dikunjungi oleh pengunjung. Animo masyarakat akan berwisata ke kebun binatang nampaknya sudah tidak setinggi beberapa tahun kebelakang. Meskipun kini mulai sepi ditinggal pengunjung, Kebun Binatang Bandung yang terletak membentak dari Lebak Gede sampai Cikapundung Timur ini nyatanya memiliki historis sejarah yang sangat panjang.

Keberadaan kebun binatang di Kota Bandung tidak terlepas dari peran Bupati Bandung pada saat itu, R.A.A Martanegara. Dimana pada saat itu beliau mendirikan kebun binatang di daerah Cimindi. Disaat yang hampir bersamaan, nyatanya para pecinta hewan di Kota Bandung kala itu, juga mendirikan kebun binatang di Kawasan Dago. Pada tahun 1920, berdirilah Bandung Vooruit (Bandung Maju), yang merupakan sebuah lembaga yang merupakan partner dari pemerintah kota untuk membangum Bandung khususnya di bidang pariwisata. Perubahan status Kota Bandung dari gemeente menjadi Stadgemente (Kota Mandiri), diikuti dengan pembangunan infrastruktur, termasuk taman kota.

Taman yang dalam bahasa Indonesia disebut taman ulang tahun ini, merupakan taman botanik yang dihiasi oleh tanaman keras dan tanaman hias. Taman Jubileum ini merupakan salah satu dari taman-taman kota yang dibangun oleh pemerintah Kota Bandung pada saat itu. Selanjutnya pada tahun 1933, atas prakarsa Bandung Vooruit, kedua kebun binatang yang saat itu ada di Kota Bandung, disatukan di Jubileum Park. Penggabungan kedua kebun binatang di Jubileum Park ini, kemudian disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 12 april 1933. Jubileum Park kemudian diberi nama Bandoengsche Zoologisch Park atau taman hewan.

Sejarah Panjang Kebun Binatang Kota Bandung

Kedatangan Jepang dan perang kemerdekaan sempat membuat tempat ini menjadi tidak terurus dan memprihatinkan. Pada tahun 1956, Ketua Bandoengsche Zoologisch Park sekaligus kepala Bank DENNIS, Hogland kembali ke Bandung untuk meninjau kembali taman hewan. Sayangnya ketika kembali, Hogland melihat taman hewan ini, sudah kembali seperti hutan dengan tumbuhan liar dan sedikitnya hewan yang selamat.

Kedatangan Hogland ke Bandung sekaligus untuk mendirikan badan hukum bernama Yayasan Margasatwa Tamansari (Bandung Zoolical Garden) untuk menggantikan Bandoengsche Zoologisch Park yang dibubarkan. Yayasan ini tetap di ketuai Hogland hingga pada tahun 1957. Setelahnya yayasan ini diketuai oleh R. Ema Bratakoesoema menggantikan Hogland yang kembali pulang ke Belanda. R. Ema Bratakoesoema memimpin yayasan hingga 1984, selanjutnya YTM dilanjutkan kepengurusannya oleh ahli waris.

Pada tahun 1990an kebun binatang Bandung ini sempat diisukan akan dipindahkan ke Jatinangor, namun rencana ini tidak jadi karena keterbatasan biaya. Sampai hari ini, kebun binatang Bandung masih eksis menjadi pilihan wisata masyarakat Kota Bandung.

BACA JUGA: Jalan Inhoftank Saksi Berjayanya Perkebunan Bandung Raya