Kang Rasyid Kecam Tindakan Perusakan Bunga Rawa Rancaupas – Berita akan rusaknya bunga rawa di Ranca Upas, Kabupaten Bandung, menjadi hot news dalam sepekan terakhir. Pasalnya rusaknya bunga rawa ini diakibatkan oleh kegiatan motor trail pada Minggu, 5 Maret 2023. Rusaknya lahan bunga rawa tidak hanya memancing amarah dari masyarakat umum saja. Pegiat konservasi lingkungan, masyarakat, hingga pejabat pemerintahan juga dibuat murka dengan komunitas motor trail yang melaksanakan kegiatan di Ranca Upas.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengecam adanya kegiatan di kawasan Ranca Upas yang merusak lingkungan. Dadang menjelaskan pihaknya tidak pernah mendukung atau memberikan izin terhadap kegiatan yang merusak lingkungan.

“Tentunya, saya sangat menyayangkan dan mengecam keras kejadian ini.” Kata Dadang dalam keterangan di media sosialnya.

Kang Rasyid Kecam Tindakan Perusakan Bunga Rawa Rancaupas

Bunga Rawa atau bunga edelweis rawa memiliki nama latin Syngonanthus Flavidulus. Tanaman ini berasal dari Amerika serikat khususnya di negara bagian Alabama, Florida Georgia dan Calorina. Edelweis rawa mempunyai bentuk yang unik yakni batang yang ramping berbulu dengan kelopak berwarna putih atau kuning keemasan. Edelweis ini tergolong kedalam tanaman hias. Menurut Joko Kusmoro seorang pakar Taksonomi Tumbuhan di Universitas Padjajaran, Edelweis rawa di Ranca Upas tergolong kedalam tanaman langka. Faktanya bunga tersebut hanya tumbuh di dua tempat di Indonesia. Selain di Ranca Upas Kabupaten Bandung, edelweis rawa ini hanya tumbuh di kawasan Danau Ciharus, Kabupaten Garut.

Menanggapi kejadian rusaknya tanaman edelweis rawa di Kampung Cai Ranca Upas, Kang Rasyid menyayangkan kejadian rusaknya lahan edeilweis rawa di Ranca Upas, Kabupaten Bandung.

“Kejadian tersebut sangat disayangkan ya, apalagi yang dirusak adalah lahan tanaman langka. Tentunya ada resiko tanaman langka ini hilang setelah rusak.” ujar kang Rasyid.

Kang Rasyid juga menyebut pihak panitia maupun peserta harus bertanggung jawab karena kerusakan lahan edelweis di Ranca Upas. Dia juga menghimbau kepada stakeholders terkait agar tidak memberikan izin terhadap kegiatan yang dinilai akan merusak lingkungan.

“Pihak panitia dan peserta harus bergotong royong memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Selain itu saya juga berharap kedepan pemerintah atau instansi terkait untuk lebih selektif dalam memberikan izin. Jangan berikan izin kepada pihak yang tidak profesional!.” Tegas kang Rasyid.

 

BACA JUGA: Hari Wanita Nasional, Berikut Pahlawan Wanita Menginspirasi