Hari Wanita Nasional, Berikut Pahlawan Wanita Menginspirasi – Tangal 8 Maret kerap kali diperingati sebagai hari perempuan internasional. Satu hari setelahnya atau pada tanggal 9 maret, hari wanita diperingati secara nasional. Pada setiap penyelanggaraannya, hari perempuan internasional selalu mengangkat tema yang berbeda-beda. Dalam gelaran tahun ini, hari perempuan internasional mengangkat tema “EmbraceEquality” atau #RangkulKesetaraan. UN Woman, sebuah lembaga khusus wanita yang berada di bawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), menganggat tema DigitALL: Innovation and Techology for Gender Equality.

Seiring perkembangan zaman, peran wanita terus mengalami perkembangan. Di Indonesia, peran wanita sangatlah penting termasuk ketika memperjuangkan kemerdekaan. Berikut ini, adalah sejumlah tokoh pahlawan perempuan tidak hanya turut memperjuangkan kemerdekaan negara kita, namun juga menginspirasi. Cek This Out!

RA Kartini

Siapa yang tidak kenal tokoh wanita yang satu ini, karena beliau lah wanita di Indonesia dapat dipandang sederajat dengan pria. R.A. Kartini membuka pintu emansipasi bagi wanita di Indonesia. Pada masa itu, wanita Indonesia masih dipandang sebelah mata dan hanya dapat mengurusi urusan rumah tangga dan anak saja. Melihat hal tersebut R.A. Kartini memulai perjuangannya untuk membebaskan perempuan dari keterbelakangan pendidikan dan steriotipe minor kepada wanita. Kartini kerap menuliskan pemikirannya di majalah Belanda, selain itu dia juga mendirikan sekolah wanita. R.A Kartini ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 2 Mei 1962 oleh Presiden Soekarno.

 Cut Nyak Dien

Seorang wanita yang ditakuti oleh Belanda karena sikap tak kenal menyerah dalam berjuang melawan penjajahan. Dedikasi dan determinasinya ini membuatnya ditakuti oleh Belanda hingga dijuluki sebagai “Ratu Aceh”. Cut Nyak Dien bersama suaminya, Teuku Umar memimpin Rakyat Aceh melawan Belanda selama 31 tahun. Sayangnya pada tahun 1906, Cut Nyak Dien tertangkap karena salah satu pasukannya memberitahukan keberadaan Cut Nyak Dien ke Belanda. Karena dianggap membayakan, sang ratu aceh diasingkan ke Sumedang pada tahun 1906. Beliau ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno pada mei 1962.

Hari Wanita Nasional, Berikut Pahlawan Wanita Menginspirasi

Martha Cristina Tiahahu

Perempuan kelahiran Maluku ini, dijuluki sebagai srikandi dari tanah Maluku. Beliau sudah mengikuti peperangan dari usia 17 tahun. Keberaniannya untuk menangkat senjata melawan Belanda, tidak lepas dari pengaruh sang ayah Kapitan Paulus Tiahahu yang merupakan seorang pejuang dari Maluku. Martha aktif dalam perang Pattimura pada 1817. Dibawah komando Pattimura, Martha menjadi komandan pasukan. Sayangnya Martha dan pasukannya ditangkap dan diasingkan ke pulau Jawa. Sayangnya dalam perjalanan menuju pengasingannya, Martha gugur setelah kondisi kesehatannya menurun. Jenazahnya lalu dibuang ke laut Banda atas perintah Komandan Ver Huell. Pada tahun 1969, Martha Cristina Tiahahu ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

Inggit Ganarsih

Siapa yang tak mengenal Inggit Ganarsih. Istri kedua presiden soekarno ini merupakan sosok yang mempunyai peranan krusial dalam kehidupan presiden pertama kita Ir. Soekarno. Bagi Ir.Soekarno, Inggit bukan hanya sekedar istri. Lebih dari itu, Inggit tidak hanya juga merupakan rekan seperjuangan sang proklamator. Ia menemani sang Proklamator sejak masih menjadi mahasiswa di ITB. Inggit terus menemani Soekarno ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dari mulai Bung Karno dipenjara di banceuy hingga diasingkan ke Ende. Sayang kebersamaan Inggit dan Soekarno harus berakhir pada tahun 1943, ketika keduanya sepakat untuk bercerai. Inggit Ganarsih dijadikan nama jalan sebagai wujud penghormatan kepada beliau atas jasanya yang turut merintis kemerdekaan Indonesia. Selain dijadikan nama jalan, rumah Inggit Ganarsih juga turut dijadikan Cagar Budaya oleh pemerintah. Saat ini Inggit Ganarsih sedang diusulkan untuk menjadi pahlawan nasional.

 

BACA JUGA: Dimana Sih Titik Nol Kota Bandung?