Dimana Sih Titik Nol Kota Bandung? – “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!”. (Usahakan, bila aku datang kembali, di tempat ini telah dibangun sebuah kota!). Ujar Gubernur Hindia Belanda, Daendels di dampingi Bupati Bandung kala itu RA Wiranatakusumah, sembari menancapkan tongkatnya di sebuah hutan belantara yang terletak di tepi barat Sungai Cikapundung. Perkataan Daendels ini kemudian mendorong RA Wiranatakusumah Bupati Bandung kala itu, yang sudah lebih dahulu memprakarsai perpindahan ibukota Kabupaten Bandung ke titik ini. Untuk membangun pusat pemerintahan Kabupaten Bandung yang baru.

Permintaan Daendels untuk membuat sebuah kota di tengah hutan belantara bukan tanpa sebab. Pembangunan Kota Bandung ditujukan untuk memperlancar pembangunan Jalan Raya Pos yang digagas oleh Daendels. Tujuan lainnya adalah agar memudahkan pejabat pemerintah kolonial untuk mendatangi kantor bupati yang dinilai letaknya sudah tidak strategis.

Setelah lebih dari dua abad Daendels memerintahkan pembangunan kota di tepi barat sungai Cikapundung. Akhirnya pada tahun 2004, tugu 0 KM akhirnya diresmikan oleh Gubenur Jawa Barat pada saat itu, Danny Setiawan. Bukan hanya tugu, saat diresmikan bersama dengan tugu ini ada juga monumen mesin penggilingan (stoomwals) yang disertai sebuah batu prasasti sejarah. Pembuatan tugu dan monumen ini dimaksudkan untuk memberikan penghormatan kepada rakyat priangan yang menjadi korban pembangunan Jalan Raya Anyer – Panarukan. Monumen dan tugu ini sempat direvitalisasi pada tahun 2016. Dimana tugu ini dipercantik dengan kehadiran patung dari empat tokoh. Pertama, Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno. Kedua, Bupati Bandung RA Wiranatakusumah II. Ketiga, Gubernur pertama Jawa Barat Soetardjo Kartohadikusumo. Terakhir, Gubernur Jendral Hindia Belanda HW Daendels.

Titik 0 KM Kota Bandung ini terletak di depan kantor Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Jawa Barat. Jalan Asia-Africa Kota Bandung.

 

BACA JUGA: Kang Rasyid Soroti Lahan Makam yang Semakin Berkurang