Dikunjungi Kang Rasyid, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih – Kang Rasyid bertemu dengan warga kelurahan Cibaduyut Kidul, Situsaeur dan Babakan Ciparay pada Jumat, 10 Februari 2023. Bertemu dengan Ketua DPD PAN Kota Bandung tentunya dijadikan warga sebagai kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan problematika yang terjadi di wilayahnya.

Bapak Yusuf merupakan salah satu warga yang menyampaikan aspirasinya kepada kang Rasyid. Ketua RW 05 Kelurahan Situsaeur ini mengeluhkan krisis air bersih yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya krisis air bersih ini sudah tidak lagi terjadi di musim kemarau namun krisis juga seringkali terjadi di musim penghujan.

“Di wilayah kami, seringkali terjadi krisis air bersih, ini tidak hanya terjadi di musim kemarau, melainkan juga sering terjadi di musim penghujan.” Keluhnya.

Berkaitan dengan masalah yang dialami oleh warganya, Pak Yusuf mengaku sudah mengajukan bantuan ke berbagai instansi terkait. Seperti perusahaan pengelolaan air minum (PDAM) hingga pemkot Bandung. Sayangnya aduannya tersebut hingga kini belum ditanggapi.

“Saya ke PDAM sudah, ke Pemkot juga sudah. Namun upaya-upaya ini masih buntu.” Ujarnya.

Dikunjungi Kang Rasyid, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih

Kota Bandung sendiri sudah lama mengalami krisis air bersih. Menurut penelitian, krisis air di Kota Bandung sudah terjadi sejak tahun 1990an. Krisis air ini bukan hanya terjadi di musim kemarau saja, melainkan juga kerap terjadi di musim hujan. Krisis air bersih parah meningkat intensitasnya dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2015, kemarau panjang membuat sejumlah sumber mata air mengering. seperti di Cipanunjang, Pangalengan dan Cileunca. Tahun 2017 dan 2019 krisis air menjalar ke wilayah cekungan bandung lainnya, seperti: Baleendah dan Bojongsoang.

Krisis air bersih ini juga diikuti oleh ancaman lain, yakni penurunan permukaan tanah. Menurut penelitian tim peneliti dari Geodesi Institut Geodesi, penurunan tanah di Kota Bandung merupakan yang paling cepat dan paling luas di dunia.

Menanggapi aduan warga tersebut, Kang Rasyid menyebut perlu solusi jangka pendek dan jangka panjang dalam mengatasi krisis air ini.

“Memang krisis air bersih ini merupakan masalah yang besar dan harus diselesaikan. Perlu solusi jangka panjang maupun jangka pendek dalam mengatasi permasalahan krisis air bersih.” Ujar kang Rasyid.

Menurut kang Rasyid melakukan penghematan terhadap penggunaan air bersih dan pembuatan sumur resapan adalah solusi jangka pendek. Sementara untuk solusi jangka panjang kang Rasyid menyebut revitalisasi kawasan Bandung Utara merupakan cara untuk mengurangi krisis air. Namun, kang Rasyid menyebut jika kepedulian masyarakat terhadap lingkungan merupakan kunci dari implementasi jangka pendek maupun jangka panjang.

“Kepedulian masyarakat merupakan kunci dari penerapan solusi ini, mau itu solusi jangka panjang maupun pendek. Karena percuma jika ini semua tidak dilandasi kesadaran masyarakat akan lingkungan.” Tutup kang Rasyid.

BACA JUGA: Fakta Unik Dibalik Senam Sehat BLIF