Kriminalitas Tinggi, Kang Rasyid: Adakan Lagi Siskamling – Pemerintah Kota Bandung dan Kepolisian wilayah Kota Bandung melakukan dan memberlakukan sejumlah kebijakan guna merespons tingginya kriminalitas di kota Bandung. Sejak akhir tahun 2022, kondisi keamanan di kota Bandung memang menjadi sorotan publik. Penyebabnya adalah tingginya kasus kriminalitas utamanya kejahatan jalanan di Kota Bandung. Julukan Bandung “Gotham City” menjadi julukan yang tepat untuk menggambarkan kondisi Kota Bandung belakangan ini. Bahkan, di sosial media twitter maraknya kriminalitas di kota Bandung bahkan sempat dijadikan thread.

Merespons hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung disebut akan menambah lampu jalan (PJU) dan CCTV di seluruh wilayah Kota Bandung. Harapannya dengan bertambahnya PJU dan CCTV akan membuat tindakan kriminalitas menurun. Pemerintah Kota Bandung siap menganggarkan 24 Miliar Rupiah untuk melakukan penambahan pada PJU dan CCTV.

Selain menambah penerangan jalan umum (PJU) dan CCTV di kawasan Kota Bandung, Pemkot Bandung juga berkordinasi dengan pihak kepolisian. Salah satu cara yang dilakukan oleh kepolisian adalah mengadakan patroli malam skala besar di wilayah kota Bandung. Patroli skala besar ini, melibatkan 80 personil yang akan berpatroli dari pukul 21.00 – 03.00 dini hari.

Jika kita melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung tahun 2022. Tren kriminalitas di kota Bandung sebenarnya terus mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. Data BPS menunjukan bahwa pada tahun 2021 angka kriminalitas kota Bandung berada di angka 2.481. Jumlah ini lebih sedikit jika dibanding dengan tahun 2019 dan 2021. Dimana jumlah kriminalitas pada tahun tersebut mencapai 3.436 dan 3.351 kasus kriminal. Dari 2.481 angka kriminalitas pada tahun 2021, terdapat 511 kasus 3C (Curas, Curat, Curanmor).

Kriminalitas Tinggi, Kang Rasyid: Adakan Kembali Siskamling

Saat dijumpai ditengah kunjungannya ke warga Kecamatan Regol, Kang Rasyid mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot dan Kepolisian. Menurutnya langkah-langkah yang diambil pemkot dan aparat kepolisian sudah sangat tepat dalam memberikan rasa aman ke masyarakat.

“Saya mengapresiasi langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemkot bandung dan juga kepolisian. saya rasa kebijakan-kebijakan yang diambil setidaknya sudah memberikan rasa aman kepada masyarakat kota.” ungkapnya

Menurut kang Rasyid, rasa aman merupakan sebuah hak yang harus didapatkan oleh warga negara, dan negara berkewajiban memenuhi hal tersebut. Kang Rasyid juga berharap kedepan ada lagi kebijakan atau langkah strategis untuk mengurangi kriminalitas. Menurut kang Rasyid yang harus dientaskan bukan hanya tindak kriminalitasnya namun juga termasuk mengapa orang tersebut melakukan tindak kriminalitas.

“Tindak kekerasan atau perilaku kriminal memang harus diberantas, Namun ini hanya hilirnya saja. Harus diperhatikan juga hulu-nya. Dimana ini berbicara mengenai mengapa orang melakukan tindak kriminalitas. Menangkap pelaku kriminal itu merupakan jangka pendek, ini harus disertai juga rencana jangka panjangnya.” papar Kang Rasyid.

Terakhir, kang Rasyid juga menyebut bahwa RW-RW di Kota Bandung perlu mengadakan kembali Siskamling di wilayahnya masing-masing. Hal ini untuk mencegah terjadinya tindakan kriminalitas disamping juga membantu tugas dari pihak kepolisian.

“jangan salah Siskamling itu sistem pertahanan yang sudah lama berlaku, bahkan jauh sebelum kita merdeka. Pertama, adanya siskamling bertujuan untuk mencegah kriminalitas terjadi. Kedua, keamanan bukan hanya tugas kepolisian tapi juga tugas kita sebagai warga negara. Jika bersama-sama kita pasti bisa.” Pungkas Kang Rasyid.

BACA JUGA: Tak Bisa Gunakan GBLA, Persib Jadi Tim Musafir di Putaran Kedua