Kang Rasyid Bantu Pengentasan Stunting di Wilayah Regol – Ketua DPD PAN Kota Bandung, M.Rasyid Rajasa memberikan bantuan paket daging ayam kepada 42 keluarga yang mengalami kasus stunting. Bantuan ini diserahkan kang Rasyid secara simbolis bersamaan dengan paket cairan desinfektan kepada Camat Regol, Sri Kurniasih beberapa waktu lalu.

Masih tingginya pravelensi stunting di kota Bandung, menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Kota Bandung. Menurut data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, stunting di Kota Bandung masuk kedalam kategori tinggi dengan presentase 26,4 persen. World Health Organization (WHO) sendiri memberikan batas maksimum stunting di suatu wilayah sebesar 20 persen. Presentase stunting Kota Bandung yang masih 26,4 % tentunya belum sesuai dengan batas maksimum yang ditentukan oleh WHO.

Kecamatan Regol sebagai salah satu kecamatan di Kota Bandung juga ditemukan kasus balita yang mengalami stunting. Menurut data dari Kecamatan Regol, terdapat 42 balita yang mengalami stunting. Kelurahan Cisereuh menjadi kelurahan dengan kasus stunting terbanyak dengan 11 kasus. Jumlah ini disusul Kelurahan Pungkur dan Keluruhan Pasirluyu dengan 10 kasus stunting.

Terkait bantuan yang diberikan, kang Rasyid menjelaskan hal ini sebagai upaya dari sesama warga untuk saling membantu dalam pengentasan stunting.

“ini adalah bantuan dari warga untuk warga, konsepnya warga bantu warga. Stunting adalah masalah serius, ini harus ditangani secara kolektif. Masalah jika dikerjakan secara bersama-sama insyaallah beres. tidak ada yang mustahil kalo kita bersama.”ujar kang Rasyid.

Stunting sendiri adalah sebuah kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibanding dengan balita lainnya. Stunting dapat terjadi ketika anak tidak mendapat asupan nutrisi yang baik dalam 1000 hari pertamanya. Terdapat berbagai dampak negatif stunting pada anak. Pertama, pertumbuhan anak cenderung lambat. Kedua, anak menjadi lebih mudah sakit dan terpapar penyakit kronis. Terakhir, anak yang mengalami stunting juga berpotensi mengalami keterbelakangan mental dan sulit untuk belajar.

Kang Rasyid Bantu Pengentasan Stunting di Wilayah Regol

Stunting jika tidak ditanggulangi tentunya sangat berbahaya bagi Indonesia, apalagi Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi. Penyebab stunting sendiri sebenarnya bukan disebabkan oleh masalah medis saja, melainkan disebabkan oleh banyak faktor, utamanya disebabkan oleh pengasuhan orang tua. Tim Audit Kasus Stunting (AKS) Kota Bandung memaparkan terdapat tiga faktor terjadinya kasus stunting di Kota Bandung yakni pernikahan dini, sanitasi yang buruk dan pola makan sang calon ibu yang juga buruk.

Kang Rasyid menuturkan penciptaan lingkungan sehat sangat penting dalam pengentasan stunting. Maka dari itu, selain paket daging ayam kang Rasyid juga turut menyumbangkan desinfektan guna membersihkan wilayah dari berbagai macam virus dan bakteri pemicu penyakit.

“Iya betul kita juga turut menyumbangkan desinfektan dengan harapan lingkungan bisa lebih aman dari virus dan bakteri pemicu penyakit. Covid-19 perlu dijadikan pelajaran, agar kita lebih aware lagi terhadap lingkungan sekitar.” ujarnya.

Camat Regol, Sri Kurniasih berterimakasih kepada kang Rasyid atas sumbangan paket ayam dan disenfektan yang diberikan untuk warga regol. Sri mengaku pemerintah tidak bisa berjalan sendirian namun memerlukan peran aktif masyarakat guna menuntaskan problematika yang ada.

“Saya mewakili masyarakat regol berterimakasih atas bantuan yang diberikan. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kita tidak bisa berjalan dan mengatasi masalah sendirian, harus didorong peran aktif dari masyarakat juga.” tegasnya

Kota Bandung saat ini merupakan wilayah dengan urutan tertinggi kesembilan di Jawa Barat untuk kasus stunting. Pemerintah kota Bandung juga terus berupaya mengentaskan stunting, salah satunya dengan menetapkan 15 wilayah prioritas penanganan stunting.

BACA JUGA: Kunjungi Cigugur Tengah, Kang Rasyid Serap Aspirasi Masyarakat