Angka Kriminalitas Tinggi Bandung Berubah Jadi Gotham City- Warga Bandung saat ini sedang harap-harap cemas, hal ini disebabkan oleh tingginya angka kriminalitas di Bandung belakangan ini. Kondisi ini membuat warganet membandingkan bandung dengan “Gotham City”. Dikutip dari berbagai referensi, Gotham City adalah sebuah kota fiksi tempat tinggal dari Batman yang merupakan karakter dalam komik karangan DC Comics. Gotham City digambarkan sebagai kota yang penuh akan kejahatan.

Adapun saat ini, tindak kekerasan jalanan di kota Bandung sedang tinggi-tingginya. Baru-baru ini, beredar video cctv yang memperlihatkan sejumlah pengendara motor melakukan penyerangan kepada mahasiwa UNISBA di Jalan Tamansari, Bandung. Kasus penyerangan dari gerombolan pengendara motor tidak hanya itu saja. Pada malam pergantian tahun kemarin, pengguna jalan dianiaya oleh gerombolan pengendara bermotor di jalan Citarum. Selain penganiayaan terhadap pengguna jalan lain, tindak kejahatan jalanan (Curas, Culas dan Curanmor) juga kerap terjadi. Hal ini tentunya membuat masyarakat kota Bandung tak nyaman, terutama bagi pengendara motor yang pulang di malam hari.

Angka Kriminalitas Tinggi Bandung Berubah Jadi “Gotham City”

Jika kita melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung tahun 2022. Tren kriminalitas di kota Bandung sebenarnya terus mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. Data BPS menunjukan bahwa pada tahun 2021 angka kriminalitas kota Bandung berada di angka 2.481. Jumlah ini lebih sedikit jika dibanding dengan tahun 2019 dan 2021. Dimana jumlah kriminalitas pada tahun tersebut mencapai 3.436 dan 3.351 kasus kriminal. Dari 2.481 angka kriminalitas pada tahun 2021, terdapat 511 kasus 3C (Curas, Curat, Curanmor). Curat adalah pencurian dengan pemberatan. Contoh dari kasus ini adalah pencurian rumah. Curas merupakan akronim dari pencurian dengan kekerasan. Contoh dari kasus ini adalah pembegalan, penjambretan dan lainnya dimana pelaku tidak segan untuk melakukan kekerasan.

Menanggapi resahnya masyarakat kota Bandung akhir-akhir ini. Pihak kepolisian sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah taktis untuk memerangi “joker-joker” yang meresahkan warga ini. Salah satu cara yang dilakukan dengan memasang sejumlah baligo di sudut-sudut kota. Baligo ini berisi informasi mengenai nomor helpdesk yang bisa dihubungi warga jika menemukan/mengalami tindak kejahatan. Selain itu, melalui baligo ini kepolisian juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati.

 

BACA JUGA: Warganet: Lampu Merah Dua Kali Lebaran