Kang Rasyid Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal- Kang Rasyid Rajasa mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya lokal sunda, termasuk wayang golek. Hal ini disampaikan kang Rasyid ketika bertemu dengan pengrajin wayang golek yang ada di jalan Braga. Pada senin 26 Desember 2022.

Seruan kang Rasyid ini tidak lepas dari fakta semakin menurunnya minat kawula muda terhadap budaya lokal, termasuk wayang golek. Padahal menurutnya, wayang golek di mancanegara sangat terkenal dan banyak yang mencari.

“Budaya lokal kita sangat terkenal diluar negeri, salah satunya wayang golek. Bahkan wayang golek sendiri sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Sayangnya di tanah kelahirannya, wayang golek kehilangan tajinya bahkan kurang peminat.” ujarnya

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk hayu kita lestarikan budaya lokal kita. Tanpa budaya kita adalah bangsa yang tidak punya identitas. Nasionalisme tidak muncul tiba-tiba, melainkan muncul dari kuatnya identitas kita sebagai suatu bangsa.” sambung kang Rasyid.

Generasi muda menurut kang Rasyid juga memiliki peranan yang sangat penting dalam melestarikan budaya lokal.

Sasa Djuarsa Sendjaja, dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Komunikasi menyebutkan bahwa terdapat dua cara untuk melestarikan budaya. Pertama, melalui Culture Experience dimana menurut cara yang satu ini kita ikut secara langsung dan aktif untuk mendapatkan sebuah pengalaman. Kedua, melalui Culture Knowledge dimana melalui cara ini generasi muda khususnya mendapat informasi dan edukasi mengenai budaya lokal.

Kang Rasyid Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

 

Menurunnya minat generasi muda terhadap wayang golek, turut dirasakan oleh Pak Ramdan Kosasih (65) pengrajin sekaligus penjual wayang golek di jalan braga, kota Bandung.

“sekarang orang udah jarang yang suka wayang golek” ujarnya

Pria yang berjualan di jalan braga ini sudah berjualan sejak dua puluh tahun yang lalu ini merupakan penjual wayang golek satu-satunya di jalan braga. Pak ramdan mengakui kecintaannya terhadap wayang diwariskan dari kedua orang tuanya.

“Ayah saya dulu jualan tahun 70an, dari situ hingga saat ini saya masih mencintai wayang.”ujarnya

Terdapat berbagai macam wayang yang dijual, dari harga 25 ribu hingga 250 ribu.

“Yang kecil ini harganya 50 ribu hingga 100 ribu. Kalo ini yang besar ukuran 50 sentimeter harganya 250 ribu.” ujarnya.

Ia meyakini bahwa wayang akan kembali digemari seperti dulu. Maka dari itu ia bertekad untuk terus melestarikan budaya wayang golek,meskipun orang sudah banyak yang tidak peduli.

“saya ingin mewariskan wayang golek ke anak cucu saya, agar terus dilestarikan.” pungkasnya

BACA JUGA: Populernya Kembali Permainan “Latto-Latto”