M Rasyid Rajasa: Korupsi Penghambat Pembangunan! – Berbeda dengan tema tahun 2021 yang mengusung tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi”. Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2022 tahun ini, Mengusung tema “Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi”. Melalui situs resminya, KPK menyampaikan melalui tema ini KPK ingin mengajak dan memperkuat peran masyarakat dalam ikhtiarnya memerangi korupsi. Karena pemberantasan korupsi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Dalam momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada 9 Desember 2022. Kang Rasyid mengatakan bahwa korupsi adalah  penghambat pembangunan.

“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa, yang tidak memberikan dampak positif bagi pembangunan negara. Alih-alih memberi dampak positif, Korupsi merupakan sebuah kemunduran pemikiran dan penghambat pembangunan negara.” terang kang Rasyid.

Kang Rasyid juga menerangkan bahwa jika perilaku korupsi masih ada di dalam kepribadian orang Indonesia. Indonesia akan terus mengalami kesulitan untuk menjadi sebuah bangsa yang berkemajuan.

“Situasi sekarang pasca pandemic Covid-19 tidak mudah. kita mengalami inflasi, tahun depan kita bersiap hadapi resesi. Disamping itu, ancaman krisis pangan juga mengintai. Situasi sulit yang dihadapi sekarang, akan berat dihadapi jika kita masih memiliki perilaku koruptif.” katanya

“Kunci mengatasi krisis hari ini, adalah menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.” tutup kang Rasyid.

 

M Rasyid Rajasa: Korupsi Penghambat Pembangunan!

 

Perilaku korupsi pada dasarnya bukan hanya terjadi dalam tata kelola pemerintah saja, melainkan ada di kehidupan kita sehari-hari. berikut ini beberapa contoh perilaku korupsi dalam kehidupan sehari-hari:

  • Menemukan barang hilang tapi tidak mengembalikan.

Perilaku yang satu ini, sering sekali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seringkali kita alih-alih mengembalikan barang tersebut kepada pemilik, kita lebih memilih untuk menyimpan barang tersebut.

  • Klepto

Klepto adalah gangguan control impuls yang menghasilkan dorongan tak tertahankan untuk mencuri barang yang tidak diperlukan dan biasanya bernilai kecil, contoh dari perilaku klepto adalah: secara sadar mencuri pulpen atau korek api milik teman dan tidak mengembalikannya. Pelaku sadar bahwa itu merupakan perbuatan salah, namun tidak bisa menahan hasrat untuk mencuri pulpen ataupun korek api tersebut.

  • Darmaji

Perilaku yang satu ini, nampaknya tidak asing dalam kehidupan kita sebagai wargi Bandung. “Darmaji” merupakan akronim dari “Dahar Lima Ngaku Hiji”. Jika di translate ke dalam bahasa Indonesia “Darmaji” mempunyai arti “makan lima bayar satu. Perilaku korupsi yang satu ini bisa ditemukan dengan mudah, utamanya di kios gorengan eceu-eceu dengan prinsip “open kitchen” tanpa kasir. Perilaku ini harus dihindari, utamanya ketika gorengan di wadah sudah mulai sedikit. HAHA

BACA JUGA: Pesan Kang Rasyid untuk Mahasiswa: Jangan Takut Gagal!