Rasyid Rajasa: Stop Diskriminasi terhadap Penyandang Disabilitas- Seruan ini disampaikan kang Rasyid ketika bersilaturahmi dengan para penyandang disabilitas di kota Bandung. Pada hari jumat, 18 November 2020 di Cafe More, Bandung.

Seruan kang Rasyid untuk menghentikan diskriminasi kepada penyandang disabilitas ini memang tidak berlebihan dan memang perlu dilakukan. Faktanya di masyarakat Indonesia perilaku diskriminasi terhadap penyandang disabilitas ini masih sering terjadi. Bentuk diskriminasi yang paling jelas dan biasa terjadi di masyarakat kita adalah mengasosiasikan disabilitas dengan kecacatan.

Scope, sebuah badan amal disabilitas di inggris dan wales menggunakan istilah Disablism dan Ableism. Untuk mengklasifikasikan orang yang melakukan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Seorang ableist, atau individu yang mempraktikan sifat ableism melihat seorang penyandang disabilitas lebih rendah dibandingkan individu yang tidak menyandang disabilitas. Sedangkan disablist, sebutan orang yang melakukan tindakan disablism. Disablist adalah individu yang langsung melakukan perundungan kepada penyandang disabilitas, seperti bulliying. Fiona Kumari Campbell dalam bukunya berjudul Contours of Ableisme. Menyebut bahwa ableisme adalah penyebab maraknya perilaku diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Lahirnya undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas nyatanya belum bisa menghapuskan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Diakui salah satu penyandang disabilitas yang hadir, penyandang disabilitas di kota Bandung masih belum dipandang sama dengan individu yang tidak menyandang disabilitas.

“Kondisi real di masyarakat itu, penyandang disabilitas itu masih termarjinalkan. Dipandang sebelah mata” ujarnya

Beliau juga menambahkan, bahwa pandangan masyarakat yang demikian membuat justru penyandang disabilitas menjadi kurang berkembang.

“Gini, banyak dari kami punya produk yang kualitasnya bagus. Namun, stigma masyarakat yang cenderung memarjinalkan penyandang disabilitas, Membuat masyarakat bukan membeli karena produknya bagus, Tapi karena kasihan. ini yang terjadi di masyarakat.”

Namun, beliau juga berterimakasih kepada pemerintah yang dianggapnya sudah lebih berpihak kepada penyandang disabilitas. menurutnya hal positif ini harus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Terimakasih kepada pemerintah yang saat ini, lebih berpihak kepada penyandang disabilitas. sekarang kami lebih mudah untuk mendapatkan pelatihan.”

 

Rasyid Rajasa: Stop Diskriminasi terhadap Penyandang Disabilitas!

Menanggapi hal tersebut. Kang rasyid sependapat bahwa saat ini pemerintah sudah jauh lebih berpihak kepada penyandang disabilitas. Namun kang rasyid berpesan bahwa pendampingan pasca pelatihan UMKM sangat penting disamping tentunya modal dan market.

“Saya mengapresiasi pemerintah yang saat ini kebijakannya banyak berpihak kepada penyandang disabilitas. Dalam isu usaha, pemerintah banyak membuat pelatihan-pelatihan kepada para penyandang disabilitas. Namun, saya mengingatkan pendampingan usaha pasca pelatihan sangat penting. Hal ini untuk menjaga ekosistem usaha penyandang disabilitas sendiri agar dapat mandiri.” tegasnya

Pendampingan usaha penyandang disabilitas ini sangat penting. Tujuannya agar setelah pelatihan para penyandang disabilitas ini mengetahui apa yang harus mereka lakukan terhadap usaha mereka. Sehingga terbangun kemandirian usaha para pelaku UMKM dari penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan tersebut. Kang Rasyid juga berharap penyandang disabilitas tetap kuat dan meningkatkan kompetensi diri agar bisa bisa bersaing di era global. kang rasyid juga berpesan agar penyandang disabilitas dapat memaksimalkan dunia digital untuk mensupport aktivitas ekonomi kreatif yang dilakukan.

BACA JUGA: Temui Kyai dan Ulama NU Kang Rasyid Mohon Doa dan Restu