Tips! Mengurangi Sampah dari Kang Rasyid Rajasa– Dibalik pesonanya yang luar biasa, Kota Berjuluk Paris Van Java ini nyatanya memiliki sejumlah masalah serius, salah satunya dari banyaknya kota megapolitan ini adalah, Sampah.Dilansir dari Bandung dalam Angka tahun 2022 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung. Dalam satu hari, Kota Bandung dapat memproduksi sampah sebanyak 1.655 Ton. Jumlah ini meningkat 126 ton, jika dibandingkan dengan produksi sampah harian Kota Bandung pada tahun sebelumnya di tahun 2021. produksi sampah yang begitu besarnya ini, membuat Kota Bandung menjadi “Juara 1” daerah dengan produksi sampah harian tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

Dari sekian banyak jenis sampah yang ada, terdapat lima jenis sampah yang menjadi penyumbang sampah di Kota Bandung, lima jenis sampah tersebut adalah (Bandung dalam angka 2022):

  1. Sisa Makanan dan Dedaunan: 736.76 Ton.
  2. Plastik: 276.43 Ton
  3. Kertas: 217.17 Ton
  4. Kain: 78,63 Ton
  5. Kayu dan Ranting: 65.88 Ton

Tips! Mengurangi Sampah dari Kang Rasyid Rajasa

M.Rasyid Rajasa atau yang biasa disapa kang Rasyid berpendapat bahwa masalah sampah pada dasarnya merupakan masalah clasic untuk kota-kota besar di seluruh dunia namun kang rasyid menambahkan perlunya solusi yang kongkrit terhadap masalah ini.

“Masalah sampah ini terjadi di kota-kota besar di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia. namun, adanya masalah ini bukan berarti kita harus abaikan, harus dicari solusinya. Lingkungan yang sehat dan bersih akan menciptakan manusia yang sehat dan cerdas juga”

Menurut kang Rasyid, untuk menangani masalah sampah di Kota Bandung, terdapat dua pendekatan yang bisa dilakukan.

“Pertama, pendekatan kebijakan. Pemerintah kota sebagai regulator sekaligus implementator harus merumuskan tatakelola sampah yang radikal, yang tidak biasa, agar sampah di Kota Bandung ini dapat tereduksi secara signifikan”

“Kedua, pendekatan pola pikir individu. Ini bisa dilakukan dengan cara pemberian edukasi pengolahan sampah sejak usia dini, dan pemberian penyuluhan berkala kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah.”

“Ketiga, pendekatan psikologis melalui pemberian hadiah ke masyarakat, misalnya program tukar sampah dengan sembako. Masyarakat yang senang pasti akan lebih terdorong untuk memilah”

Kang Rasyid optimis, pengurangan produksi sampah di Kota Bandung bisa dilakukan. Namun, membutuhkan kolaborasi dan controling dari semua pihak khususnya masyarakat.

“Program ini bisa sukses asal masyarakat juga ikut serta dalam prosesnya dari hulu dan hilir. Di hulu saya harap masyarakat ikut serta dan dilibatkan dalam musrenbang kota. Di hilir, saya berharap masyarakat dapat menjadi¬†watchdog yang mengawasi implementasi dari kebijakan yang dibuat. Jika ini simultan, insyaallah” Pungkasnya.

Baca Juga: Kang Rasyid Kunjungi Galeri Soemardja ITB